MAKSIMAL DENGAN BAKAT MASING-MASING – Masjid Muhajirin Josroyo Indah
  • web ini memuat informasi tentang kegiatan Masjid muhajirin
Minggu, 18 Januari 2026

MAKSIMAL DENGAN BAKAT MASING-MASING

MAKSIMAL DENGAN BAKAT MASING-MASING
Bagikan

كل يعمل على شاكلته

Setiap orang berbuat sesuai dengan karakter dan sifatnya(Al Isra’:84).

Kata “syakilah” memiliki beberapa makna yang berbeda tetapi masih berdekatan. Antara lain bermakna
niat, keadaaan, cara dan agama.

  Jika "syakilah"diartikan niat, artinya setiap perbuatan lahir seseorang adalah cerminan dari hati dan batinnya.

الظاهر يدل على الباطن

lahir seseorang umumnya adalah cerminan batinnya.

  Bagi orang yang telah membaca sirah para sahabat, pasti mendapati bahwa mereka adalah orang-orang yang menerapkan kaidah dalam ayat tersebut. Dan ayat yang semakna seperti potongan ayat:

قد علم كل أناس مشربهم

Sungguh masing-masing manusia telah mengetahui tempat minumnya(Al Baqarah:60).

  Para sahabat radiyallahu anhum, ada yang pakar dalam bidang tertentu, ada yang sangat ahli dalam menunggang kuda dan tangguh di medan perang. Dan, ada yang sangat ahli di bidang sastra dan syiir. Demikian itu sesuai dengan bakat dan kecenderungan mereka masing-masing yang diasah dan dikembangkan dengan maksimal.

 Di dalam kitab " at Tamhid" yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar, diceritakan bahwa Imam Malik dikirimi surat oleh seorang Abid, yaitu Abdullah  bin Abdul Aziz, yang isinya menyarankankan agar Imam Malik  menyendiri beribadah, dan agar Imam Malik tidak lagi mengajar banyak orang dan berkumpul dengan mereka. 

Imam Malik kemudian membalas surat tersebut yang isinya kurang lebih sebagai berikut;

” Sungguh Allah membagi-bagi amal perbuatan seperti halnya membagi rizki. Banyak orang yang diberi kemudahan untuk banyak shalat sunnah tetapi tidak diberi kemudahan untuk banyak puasa sunnah. Ada yang diberi kemudahan untuk banyak bersedekah tetapi tidak diberi kemudahan untuk banyak puasa. Ada yang diberi kemudahan untuk berjihad tetapi tidak mudah baginya untuk banyak shalat. Mengajar dan menyebarkan ilmu termasuk amal sahalih yang paling utama. Dan saya ridha kepada Allah yang telah menganugrahkan ilmu kepada saya. Saya berharap kita berdua sama-sama dalam kebaikan. Dan, kita harus ridha terhadap kelebihan dan ketetapan Allah yang telah dianugrahkan kepada kita masing-masing. Wassalam.

  Jawaban Imam Malik tersebut tidak hanya sebagai bukti kedalaman ilmu beliau, tetapi sekaligus bukti kecerdasan dan keluhuran adabnya, serta kedalaman pemahamannya terhadap teks-teks suci yang terkadang tidak dipahami dengan mudah oleh sebagian orang.

  Apa yang diucapkan Imam Malik ini terkadang juga terjadi zaman sekarang. Banyak orang-orang yang mempunyai semangat juang dan jihad mencela para ulama dan pengajar yang tidak ikut berjihad seperti dirinya. Sebaliknya orang-orang yang sibuk dengan ilmu juga terkadang juga mencela dan merendahkan para mujahidin, yang dianggapnya tidak memiliki pemahaman dan ilmu syariat yang memadai apalagi mumpuni. Saling mencela itu tidak akan terjadi atau minimal tidak meruncing jika masing-masing pihak faham terhadap kaidah diatas. sebagaimana sabda Nabi:

كل ميسر لما خلق له

Setiap orang dimudahkan untuk apa yang diciptakan untuknya.

  Masing-masing orang dimudahkan terhadap sesuatu yang memang diciptakan(ditakdirkan) untuknya. 

  Disebutkan dalam Sahih Bukhari, bahwa di akhirat kelak, orang yang ahli shalat dipanggil melalui pintu shalat. Para mujahid dipanggil lewat pintu jihad, ahli puasa dipanggil lewat pintu ar Rayyan. Mendengar sabda  Nabi tersebut, Abu Bakar lantas bertanya:

“Ya Rasulullah, adakah orang yang yang dipanggil lewat semua pintu itu?. Rasulullah menjawab:

” iya, ada yang dipanggil melalui semuanya, dan saya berharap kamu adalah salasatunya”.

 Jarang sekali orang yang dianugrahi berbagai pintu kebaikan dan banyak bakat. biasanya orang hanya memiliki satu atau dua bakat saja. Dan, umumnya kita juga hanya dianuhrahi kemudahan berbuat baik yang maksimal hanya dalam hal tertentu saja. Sedikit sekali orang yang dimudahkan untuk melakukan segala kebaikan dengan maksimal dalam berbagai bidang. Dan Abu Bakar termasuk yang sedikit itu.

Penulis telah merangkai beberapa bait ” Ainiyyah Rajaz” tentang manfaat dan pentingnya mengenali bakat dan kecenderungan sejak dini. Yang penulis beri judul”
Al Qaul al Jami’, fi Ahammiyati Ma’rifatil Mawahib wal Muyul wat Thaba’i’ “.

20/7/2025
Pustaka Nun

SebelumnyaMASING-MASING KITA DIANUGRAHI BAKAT DAN KECENDERUNGAN BERBEDASelanjutnyaALLAH TIDAK TERIKAT OLEH RUANG DAN WAKTU
Masjid Muhajirin Josroyo Indah
Perum Josroyo Indah, Desa Jaten, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar 57331