TAFSIR AD DHUHA:11(Bag 2)
TAFSIR AD DHUHA:11
(Bag 2)
إن الله جميل يحب الجمال ، ويحب أن يرى أثر نعمته على عبده
Sesungguhnya Allah menyukai tanpaknya bekas nikmat yang dianugrahkan kepada hambaNya.
(HR Tarmidzi)
Abu Faras Abdullah bin Ghalib ketika pagi mengatakan:
“Tadi malam Allah telah menganugrahi saya ini dan itu.. dan saya telah membaca al Qur’an dan shalat sebanyak sekian rakaat … berdzikir sekian kali dan saya telah melakukan ini itu…. “
Lalu seorang menegurnya. ” Hai Abu Faras, orang sepertimu tidak seharusnya berkata demikiani”. Abu Faras lantas menjawabnya:
“Allah berfirman:
وأما بنعمة ربك فحدث
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.
Sementara kalian mengatakan:
” jangan kamu sebut-sebut nikmat Allah”?!
(Tafsir al Qurthubi)
Perbuatan Abu Faras tersebut adalah contoh penerapan dari " menceritakan" nikmat yang dimaksud pada ayat. Dan, yang perlu diwaspadai adalah kepada siapa kita menceritakan dan menampakkannya. Sebab, orang yang mendapat nikmat berpotensi menjadi incaran kedengkian orang yang hasud.
كل ذى نعمة محسود
Setiap orang yang mendapat nikmat jadi incaran dan sasaran kedengkian.
Maka, anjuran menceritakan nikmat ini diperioritaskan terhadap orang dekat atau orang yang terpercaya, yang tidak berpotensi dianggap sebagai riya' dan sombong.
1/5/2025
penatahrir


