Bulan Rajab: Bulan Mulia untuk Memperbanyak Amal dan Persiapan Ramadhan – Masjid Muhajirin Josroyo Indah
  • web ini memuat informasi tentang kegiatan Masjid muhajirin
Minggu, 18 Januari 2026

Bulan Rajab: Bulan Mulia untuk Memperbanyak Amal dan Persiapan Ramadhan

Bulan Rajab: Bulan Mulia untuk Memperbanyak Amal dan Persiapan Ramadhan
Bagikan

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rajab termasuk ke dalam empat bulan haram (asyhurul hurum), yaitu bulan-bulan yang memiliki keistimewaan khusus dan dianjurkan bagi kaum muslimin untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa serta memperbanyak amal kebaikan.


Rajab Termasuk Bulan Haram
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)


Dalam tafsir para ulama dijelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk mengagungkan syiar Allah dengan meningkatkan ketaatan.


Makna dan Keutamaan Bulan Rajab
Secara bahasa, kata Rajab berasal dari kata tarjīb yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Sejak masa sebelum Islam hingga datangnya syariat Nabi Muhammad ﷺ, bulan Rajab telah dikenal sebagai bulan yang dihormati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya semula… setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram…”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan bulan Rajab adalah ketetapan syariat, bukan tradisi semata.


Rajab sebagai Bulan Persiapan Menuju Ramadhan
Para ulama salaf memandang bulan Rajab sebagai awal pembinaan ruhiyah menuju Ramadhan. Rajab adalah waktu yang tepat untuk:
Melatih ibadah sunnah
Memperbanyak taubat dan istighfar
Memperbaiki hubungan dengan sesama
Menyiapkan diri agar optimal di bulan Ramadhan
Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menyebutkan bahwa Rajab adalah pintu awal menuju bulan penuh ampunan dan rahmat.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab
Tidak terdapat ibadah khusus yang ditetapkan secara spesifik hanya untuk bulan Rajab dengan dalil shahih. Namun para ulama sepakat bahwa memperbanyak amal shalih secara umum sangat dianjurkan, di antaranya:
1. Memperbanyak istighfar dan taubat
2. Melaksanakan puasa sunnah (seperti Senin–Kamis atau Ayyamul Bidh)
3. Memperbanyak shalat sunnah
4. Membaca Al-Qur’an dan dzikir
5. Bersedekah dan memperbanyak amal sosial


Imam An-Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa pengkhususan ibadah tanpa dalil yang shahih perlu dihindari, namun memperbanyak ibadah di bulan mulia tetap dianjurkan.


Peristiwa Isra’ Mi’raj
Sebagian ulama berpendapat bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ terjadi pada bulan Rajab. Peristiwa agung ini menjadi pengingat tentang kewajiban shalat lima waktu sebagai tiang agama dan bukti kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.


Bulan Rajab adalah momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas ibadah. Mari kita manfaatkan bulan yang mulia ini sebagai sarana persiapan menuju Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.
Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua untuk mengisi bulan Rajab dengan amal shalih. Aamiin.


Sumber Rujukan Artikel :
1. Al-Qur’an Al-Karim – QS. At-Taubah: 36
2. Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim – Hadits tentang bulan-bulan haram
3. Ibnu Rajab Al-Hanbali, Lathā’if al-Ma‘ārif
4. Imam An-Nawawi, Al-Majmū‘ Syarh al-Muhadzdzab
5. Ibnu Taimiyah, Majmū‘ al-Fatāwā
6. Artikel keislaman Kementerian Agama RI tentang bulan haram dan Rajab
7. Artikel resmi BAZNAS RI tentang keutamaan bulan Rajab

SebelumnyaKeutamaan Membaca dan Mempelajari serta Berkumpul untuk Mendalami Al-Qur’an.SelanjutnyaAmalan Penyelamat Siksa Kubur
Masjid Muhajirin Josroyo Indah
Perum Josroyo Indah, Desa Jaten, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar 57331