Dialog Hamba dengan Allah dalam Shalat dan Cerminan Kandungan Al-Qur’an – Masjid Muhajirin Josroyo Indah
  • web ini memuat informasi tentang kegiatan Masjid muhajirin
Sabtu, 17 Januari 2026

Dialog Hamba dengan Allah dalam Shalat dan Cerminan Kandungan Al-Qur’an

Bagikan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صل الله عليه وسلم يَقُولُ:
قَالَ اللهُ تَعَالَى:
قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ.
فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: الْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، قَالَ اللهُ: حَمِدَنِي عَبْدِي.
وَإِذَا قَالَ: الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، قَالَ اللهُ: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي.
وَإِذَا قَالَ: مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، قَالَ اللهُ: مَجَّدَنِي عَبْدِي (وفي رواية: فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي).
وَإِذَا قَالَ: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، قَالَ اللهُ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ.
وَإِذَا قَالَ: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ،
قَالَ اللهُ: هَذَا لِعَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ.

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
Allah berfirman:
“Aku membagi salat (yakni Surah Al-Fatihah) antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.
Ketika hamba-Ku berkata: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam’, Allah berfirman: ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku.’
Ketika ia berkata: ‘Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang’, Allah berfirman: ‘Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.’
Ketika ia berkata: ‘Yang Menguasai hari pembalasan’, Allah berfirman: ‘Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.’
Ketika ia berkata: ‘Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan’, Allah berfirman: ‘Ini antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.’
Ketika ia berkata: ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat’, Allah berfirman: ‘Ini untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.’”
(HR. Muslim no. 395)

Pelajaran yang Terdapat di dalam Hadis :

1- Salat adalah dialog langsung antara hamba dan Allah.
Ketika membaca Al-Fatihah, setiap ayat mendapat respon dari Allah. Ini menunjukkan kedekatan hubungan antara Allah dan hamba-Nya.
2- Al-Fatihah mencakup seluruh inti doa dan ibadah.

  • Puji-pujian kepada Allah.
  • Pengakuan akan ketergantungan kepada-Nya.
  • Permohonan petunjuk kepada jalan yang benar.
    3- Khusyuk dan kesadaran sangat penting dalam shalat.
    Menyadari bahwa setiap bacaan kita dijawab oleh Allah akan menumbuhkan rasa hadir di hadapan-Nya.
    4- Pujian dan doa digabung dalam satu surah.
    Ini mengajarkan adab berdoa. memuji Allah terlebih dahulu, baru kemudian memohon.
    5- Allah Maha Pemurah.
    Allah menegaskan di akhir bahwa “bagi hamba-Ku apa yang ia minta” janji bahwa doa orang yang ikhlas akan dikabulkan.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur’an :

1- Tujuh ayat yang diulang-ulang” = Surah Al-Fatihah (karena terdiri dari 7 ayat dan dibaca berulang setiap rakaat salat).
“Al-Qur’an yang agung” sama dengan seluruh isi Al-Qur’an yang dijelaskan secara rinci.
Jadi, Al-Fatihah adalah ringkasan Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an adalah penjabaran Al-Fatihah.

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

“Dan sungguh, Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.” Surah Al-Ḥijr (15): 87

2- Inilah surah yang disebut dalam hadis sebagai dialog antara Allah dan hamba-Nya.
Seluruh kandungan Al-Qur’an, tauhid, ibadah, hidayah, dan akhirat terkandung dalam 7 ayat ini.

Surah Al-Fātiḥah (1): 1–7

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ ١
الْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ ٢
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ ٣
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ ٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ٦
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ٧

  1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
  3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
  4. Yang Menguasai hari pembalasan.
  5. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.
  6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
  7. (yaitu) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
    Surah Al-Fātiḥah (1): 1–7

3- Ini adalah jawaban dari doa dalam Al-Fatihah: ‘Ihdinaṣ-ṣirāṭal mustaqīm’ (Tunjukilah kami jalan yang lurus).
Maka, Al-Qur’an secara keseluruhan adalah penjelasan dan jawaban Allah terhadap permohonan hidayah di Al-Fatihah.

إِنَّ هٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.”( Surah Al-Isrā’ (17): 9)

4- Kata “matsānī” dalam ayat ini juga berasal dari akar kata yang sama dengan “As-Sab‘ul Matsānī” pada Al-Fatihah.
Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an — termasuk Al-Fatihah — diturunkan berulang untuk diingat, direnungi, dan diulang dalam ibadah.

اللَّهُ نزلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.
(Az-Zumar (39): 23)

5- Doa dalam Al-Fatihah “Ihdinaṣ-ṣirāṭal mustaqīm” (tunjukilah kami jalan yang lurus)
dijawab oleh Allah dengan firman-Nya bahwa Al-Qur’an-lah petunjuk itu.
Dengan kata lain, Al-Fatihah memohon petunjuk, dan Al-Baqarah mengawali penjelasannya.

ذٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ، هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

6- Mengulang penegasan kalimat pertama dari Al-Fatihah
seolah Al-Qur’an dimulai dan diakhiri dengan pujian kepada Allah.
Ini menandakan bahwa pujian dan syukur kepada Allah adalah benang merah seluruh isi Al-Qur’an.

وَالْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”(Surah Ash-Shaffāt (37): 182)

SebelumnyaKeutamaan Orang yang Belajar Al Qur'an dan MengajarkannyaSelanjutnyaKemuliaan bagi Orang yang Mahir dan yang Berjuang Membaca Al-Qur’an
Masjid Muhajirin Josroyo Indah
Perum Josroyo Indah, Desa Jaten, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar 57331