Keutamaan Orang yang Belajar Al Qur’an dan Mengajarkannya
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صل الله عليه وسلم:
“خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ.”
(رواه البخاري رقم 5027)
Dari Usman bin Affan radhiyallahu Anhu berkata, berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa salam:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. al-Bukhari no. 5027)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Rasulullah shalallahu alaihi wa salam menjelaskan bahwa kedudukan tertinggi di sisi Allah bukan karena harta, jabatan, atau keturunan, melainkan karena hubungan seseorang dengan Al-Qur’an yakni dengan mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain.
2- Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an berarti berusaha menjaga wahyu Allah agar terus hidup di tengah umat.
3- Keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Belajar Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia.
Mempelajarinya berarti berusaha memahami petunjuk Allah untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
4- Keutamaan mengajarkan Al-Qur’an. Mengajarkan Al-Qur’an termasuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Mengajarkan tidak hanya dalam bentuk bacaan, tetapi juga tafsir, hukum, dan adabnya.
5- Ukuran kemuliaan di sisi Allah
Nabi shalallahu alaihi wa salam menegaskan bahwa “sebaik-baik kalian” bukan yang paling kaya atau paling kuat, tetapi yang paling dekat dengan Al-Qur’an.
6- Tanggung jawab terhadap ilmu.
Siapa yang sudah belajar Al-Qur’an hendaknya tidak menyimpannya sendiri, tetapi menyebarkannya agar orang lain juga mendapat hidayah.
7- Dorongan untuk terus belajar seumur hidup. Hadits ini mengandung motivasi agar umat Islam tidak berhenti belajar Al-Qur’an, karena semakin dipelajari, semakin banyak petunjuk dan rahmat yang didapat.
8- Hadits ini menegaskan bahwa kemuliaan sejati seorang Muslim terletak pada hubungannya dengan Al-Qur’an belajar dengan ikhlas dan mengajarkannya kepada orang lain. Dengan itu, seseorang akan menjadi sebaik-baik manusia di sisi Allah.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur’an :
- Keutamaan orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an, yaitu dengan membacanya, mempelajari isinya, dan mengamalkannya.
Allah menjanjikan kepada mereka “tijarah lan tabūr” perniagaan yang tidak akan rugi, yaitu pahala besar dan keberkahan dunia-akhirat.
Ayat ini sangat sejalan dengan hadits Nabi shalallahu alaihi wa salam yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, sebab mereka termasuk orang yang menyebarkan cahaya wahyu kepada sesama.
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ , لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”
(QS. Fāṭir [35]: 29–30)


